Langsung ke konten utama

SUAPAN PERTAMA KUE ULANG TAHUNKU UNTUK MAMA

 



Hari ini tepatnya 20 April 2023 aku berulang tahun yang ke 21. Dengan penuh suka cita aku merayakannya sendiri dalam kamar kos. Berusaha kali ini harus benar-benar menikmati hari istimewa ini dengan berdandan tipis duduk dan menundukan muka di depan lilin kue ultah yang sudah disediakan. Perlahan aku melantunkan segala harap dan semoga kepada Tuhan agar diberi umur panjang dan semangat baru di usiaku yang ke-21 ini.

Dalam menikmati malam penuh bahagia ini, membawaku pada suatu permenungan tentang masa kecil yang sangat bahagia. Aku mengambil cermin dan menatap bayangan wajahku sendiri. Sambil tersenyum sendiri melihat wajah yang sudah dilapisi bedak dan berbagai make up yang saya gunakan.  Dalam hati aku berkata “Aku sudah sedewasa ini”. Sudah bisa mengenal alat dandan walaupun masih sesederhana mungkin.

Aku teringat sembilan tahun yang lalu, tepatnya saya masih kelas 1 SMP. Pribadiku yang dulu suka bermain dengan teman laki-laki sehingga jauh sekali bagiku untuk mengenal bersolek. Jangankan make up yang lengkap, body lotion saja sama sekali aku tak kenal. Sebegitu sembrawutnya hidup masa itu. Hingga suatu sore yang amat syahdu aku berinisiatif setelah mandi memakai bedak dan lipstik punya mama. Entah ada angin apa kala itu. Aku melakukannya tanpa sepengetahuan mama dan dengan percaya diri aku menunjukan muka kepada mama. Mama tersenyum dan berkata “anakku tambah cantik”. Aku pun sedikit kaget dan merasa sangat senang bak diberikan uang segepok karena dipuji cantik sama mama. Lalu, mama melanjutkan pembicaraannya, “kamu itu sudah SMP seharusnya sudah bisa mengurus diri. Berdandan memang bukan suatu keharusan bagi perempuan, tetapi akan lebih baik ketika kamu bisa mengenal bedak dan lipstik agar kecantikan masih terjaga dan terawat”. Waktu itu memang aku belum bisa mencerna makna dibalik kalimat yang mama lontarkan kepadaku. Namun, karena merasa nyaman dengan pujian mama, mulai sore itu dan seterusnya aku sudah terbiasa dengan dandan tipis-tipis.

Mama memang bukan seorang yang berpendidikan tinggi, hanya seorang wanita biasa yang mengenyam pendidikan tingkat SMA. Selain dengan kesibukan rumah tangga, mama tidak pernah lupa merawat kulit wajahnya sehingga masih kelihatan cantik sekali. Dia pribadi yang sangat peduli dengan perawatan. Mama adalah wanita sangat aku idolakan dan menjadi tokoh inspiratif sepanjang hidupku. Selain sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anak dan pekerjaan domestik lainnya, mama juga sosok wanita pekerja keras. Dia seringkali melakukan peran gandanya sebagai seorang petani di ladang yang menemani bapak bekerja. Tak pernah tampak wajah mengeluhnya ketika lelah bekerja, kecuali pada saat dia jatuh sakit. Wajahnya yang begitu imut menggambarkan kelelehan yang luar biasa.

Itulah mengapa sekarang aku tidak terlalu terampil dalam urusan dapur terlebih yang namanya masak. Kecuali masak untuk diri sendiri. Dulu pada masa-masa SD dan SMP, mama tidak membiarkan kami khusus anak perempuannya untuk masak di dapur. Kerjaanku hanya membantu yang receh-receh saja, misalnya mencuci piring dan bersih rumah. Itu pun kalau ada waktu setelah bermain. Bukan karena malas, tetapi mama selalu mengutamakan masak sebelum pekerjaannya yang lain. Sehingga saat kami pulang sekolah selalu ada hidangan di atas meja. Bukan berarti mama memanjakan kami, tetapi memang karakter pekerja kerasnya itu sehingga kami tidak ada kesempatan untuk membantunya memasak. Bahkan ketika kami bangun pagi hidangan sarapan pagi dan seduhan kopi sudah disediakan di atas meja. Sebegitu mewah dan istimewanya hidup kala itu. Bahkan suatu pagi, saking buru-burunya ke sekolah karena telat bangun pagi. Aku salah mengenakan seragam dan untungnya mama tetap memperhatikan dengan senyumnya sambil mengingatkanku bahwa hari itu seharusnya bukan mengenakan seragam putih biru karena pagi itu adalah hari rabu. Seharunya aku mengenakan pakaian seragam pramuka. Begitulah perhatian seorang ibu, mulai dari hal yang kecil hingga pada hal-hal yang besar.

Satu hal lagi yang mau aku ceritakan motivasi yang membawaku hingga pada titik sekarang. Saat aku masih duduk di bangku kelas dua SMP tepat pada momen Bulan Bahasa, sekolahku waktu itu mengadakan perlombaan pidato. Kebetulan aku terpilih menjadi salah satu anggota lombanya. Dengan perasaan gembira aku beri tahu pada mama bahwa aku akan ikut perlombaan pidato di sekolah. Mama sangat mendukung penuh dengan semangatku dalam mempersiapkan perlombaan itu. Hingga pada suatu ketika, mama dengan sengaja memperhatikan aku yang sedang melatih pidato di kamar. Mama perlahan mendekatiku dan berkata, “kamu sangat cocok menjadi seorang guru kelak”. Kalimat yang dilontarkan mama saat itu membakar semangatku untuk memenangkan perlombaan tersebut. Hingga pada waktunya tiba aku mendapatkan piagam penghargaan juara II lomba pidato waktu itu.  Mulai saat itu aku sudah memikirkan tentang cita-citaku menjadi seorang guru. Hingga pada saat ini saya benar-benar berada di tahap perjuangan untuk mewujudkan cita-cita itu. Mengambil jurusan Bahasa Indonesia dan puji Tuhan tak terasa saya sudah semester enam di bangku kuliah sekarang.

Banyak hal seharusnya aku ceritakan tentang masa kecil dulu bersama kasih sayang seorang mama. Hingga pada saat-saat terakhir hidupnya mama berpesan kepadaku untuk selalu jaga kesehatan dan jangan terus-terusan sakit karena semenjak kecil aku sering sekali jatuh sakit. Namun, pesan mama untuk terakhir kalinya itu belum bisa aku penuhi baik-baik karena kerasnya dunia yang menimpa setiap langkah kecilku. Aku kadang mengorbankan kesehatan untuk hal-hal yang ingin aku gapai. Aku belum bisa mengindahkan pesannya dan aku masih membutuhkan perhatian-perhatian kecilnya untuk membimbing langkah hidupku. Untuk itu suapan pertama kue ulang tahunku hari ini khusus aku berikan untuk mama dengan selarik doa kupanjatkan semoga tenang di Surga dan tetap menjadi pendoa dan tokoh inspiratif bagiku selamanya.

 

Komentar

  1. Luar buasa enu, ttp spirit 👍

    BalasHapus
  2. Terus semangat, Tanta selalu jaga dari surga, Selamat ulang tahun, sehat selalu ya panjang umur dan apa yg menjadi cita2nya kelak terwujud.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin kak, terima kasih banyak atas doa dan ucapannya 🙏🏻

      Hapus
  3. Indah untuk dikenang.
    Selamat ulang tahun enu.
    Sehat dan bahagia selalu dalam tugas dan tanggungjawabnya terkhusus dalam menggapai cita dan cintanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin kk Bruder terima kasih banyak 🤗🙏🏻

      Hapus
  4. Indah untuk dikenang dan tdk mudah dilupakan. Happy birthday enu semoga tetap semangat dalam mengejar cita2nya, untuk tanta "bahagia selalu disurga tanta"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin kak, terima kasih banyak atas segala doa dan harapannya 🙏🏻

      Hapus
  5. Happy birthday enu molas🥰bahagia di surga untuk mama🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN DAN PENCAPAIAN KUOTA 30 PERSEN PADA LEMBAGA LEGISLATIF

  Ilustrasi (Foto: Dok/Google Images) Oleh: Adriani Miming  Jaminan persamaan kedudukan laki-laki dan perempuan khususnya dalam struktur pemerintahan dan hukum merupakan mandat konstitusi pasal 27 ayat (1) UUD 1945, yang menyebutkan bahwa: “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.” Hak-hak perempuan di bidang politik dapat ditemukan juga dalam instrumen hukum internasional. Dimana hak-hak tersebut dapat ditemukan dalam bahasa yang umum, misal dalam pasal 21 DUHAM angka 1 dan 2, pasal 25 ICCPR. Sedangkan dasar hukum yang lebih tegas hak perempuan untuk berpolitik dijamin dalam Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women/CEDAW). Konvensi ini telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia melalui UU No. 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Penghapusan Seg...

LANJUTAN BEDAH BUKU SARINAH

BAB II LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN Soekarno dalam bab ini menjelaskan bahwa sejatinya manusia diciptakan berpasang-pasangan seperti Firman Allah S.W.T. dalam surat Yasin ayat 30 bahwa “Mahamulialah dia, yang menjadikan segala sesuatunya berpasang-pasangan”. Soekarno juga mengutip perkataan Baba O’llah bahwa “laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung, jika dua sayap burung itu sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai puncak udara yang setingi-tingginya, jika patah satu dari pada kedua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali”. Dalam bab ini, Soekarno lebih membahas mengenai bagaimana laki-laki dan perempuan secara kodratiahnya. Bagaimana perempuan memiliki fisik yang berbeda dari laki-laki dan perbedaan fisik tersebut memiliki fungsinya masing-masing. BAB III DARI GUA KE KOTA Pada bab ini Soekarno mengulas mengenai perjalanan perempuan dari jaman awal adanya manusia dari jaman berburu dan meramu hingga munculnya peradaban modern. A...

Feminis Marxis: Kedudukan Perempuan dalam Rumah Tangga Sebagai Pekerja Semi-Proletariat

Pokok perjuangan yang dilakukan para feminis Marxis adalah menempatkan kapitalisme sebagai asal mula eksploitasi perempuan. Feminisme Marxis berkonsentrasi pada aspek ekonomi dari penindasan perempuan dan menganjurkan perbaikan yang sebagian besar bersumber pada prinsip-prinsip Marxisme.  Feminis Marxis kemudian memperluas analisis marxis tradisional dan menerapkan pada pekerjaan rumah tangga tak berbayar. Pendekatan Feminis Marxis mulai dikembangkan pada tahun 1970-an yang memberikan garis besar pendekatan marxis terhadap penindasan perempuan dan ketidaksetaraan dalam keluarga dan rumah tangga. Engels dalam bukunya The Origin of the Family, Private Property and the State, kemudian menawarkan penjelasan mengapa perempuan teropresi sebagai perempuan.  Engels berargumen bahwa masyarakat awal merupakan masyarakat matrilineal dengan garis hak waris dan keturunan ditelusuri dari garis ibu. Ia juga berspekulasi bahwa masyarakat ini sekaligus matriarkal, dengan perempuan memp...